Kolam terpal menjadi solusi favorit pembudidaya belut karena murah, mudah dipindah, dan bisa dibangun di lahan sempit. Masalah terbesar yang sering dihadapi justru kebocoran: air terkuras habis dalam hitungan jam sehingga belut stres dan mati. Akar penyebabnya biasanya bukan terpalnya, melainkan cara pemasangan dan pelapisan dasar kolam yang kurang rapi.

Pilih Terpal yang Tepat

Gunakan terpal plastik jenis HDPE atau PVC dengan ketebalan minimal 0,5 mm; untuk kolam permanen disarankan 0,8 mm. Hindari terpal bekalan tenda bekas karena sering memiliki lubang halus yang tidak terlihat. Ukuran terpal harus melebihi dimensi kolam minimal 60 cm di setiap sisi untuk lipatan dinding.

  • Kolam 2 x 3 x 1 m membutuhkan terpal minimal 4 x 5 m.
  • Warna gelap (hitam atau hijau tua) membantu menjaga suhu stabil dan meredam pertumbuhan alga.
  • Periksa terpal dengan cara direndam 24 jam sebelum dipasang.

Langkah Pemasangan Anti Bocor

Kebocoran 90 persen terjadi di lipatan sudut dan dasar yang bergelombang. Ikuti urutan berikut agar lapisan benar-benar rapat.

  • Ratakan tanah dasar, lalu padatkan dengan ketebalan pasir 3-5 cm sebagai bantalan.
  • Gelar terpal tanpa ditarik terlalu kencang, biarkan mengikuti kontur tanah.
  • Lipat sudut seperti amplop, lalu kunci dengan lem terpal khusus (dosis 1 tube per 2 sudut).
  • Tekan tepi terpal ke tanah dan tutup dengan batu bata atau sekam padat setinggi 10 cm.
  • Isi air setinggi 10 cm, diamkan 12 jam, dan tandai jika ada penurunan permukaan.

Menyambung Terpal Bila Kurang Lebar

Sambungan harus dibuat dengan teknik tumpang 15 cm, lalu direkatkan menggunakan lem PVC dan dilapisi selotip terpal di kedua sisi. Uji sambungan dengan air sabun: jika muncul gelembung saat ditekan, berarti masih bocor dan perlu lapisan lem tambahan.

Perawatan agar Tidak Bocor Lagi

Setelah kolam terisi penuh, jangan langsung tebar belut. Biarkan air mengendap 3-5 hari sambil dicek setiap pagi. Pasang alas tambahan dari karpet bekas di bawah terpal jika dasar kolam berbatu. Hindari menusuk terpal dengan alat tajam saat panen; gunakan seser bertepi halus. Lakukan pengecekan lipatan setiap dua minggu, terutama setelah hujan deras yang bisa menggeser tanah penahan.

Jika ditemukan titik bocor kecil, tambal dengan lem terpal dan potongan terpal sekuran uang logam, lalu tunggu 6 jam sebelum kolam diisi kembali. Untuk kolam di dalam drum, lapisi dinding dalam drum dengan terpal tipis dan rekatkan tepinya memakai karet ban agar tidak tergeser arus.

Kolam terpal belut yang anti bocor bukan soal bahan mahal, melainkan ketelitian saat meratakan dasar, melipat sudut, dan menyambung lembaran. Dengan mengikuti langkah di atas, kolam bisa bertahan satu hingga dua tahun tanpa kebocoran berarti, sehingga belut tumbuh tanpa gangguan dan panen lebih terprediksi.