Panen belut di drum sering jadi momen penentu untung atau rugi. Banyak pembudidaya gagal bukan karena belut tidak tumbuh, tetapi karena cara panen yang terburu-buru, salah penanganan, atau tidak memisahkan ukuran dengan benar. Padahal, panen yang rapi bisa menekan mortalitas hingga di bawah 5 persen dan menaikkan harga jual karena belut tampil utuh, sehat, dan seragam. Berikut panduan praktis yang bisa langsung diterapkan pada drum, kolam terpal, maupun media lumpur.

Tentukan Waktu Panen Berdasarkan Ukuran, Bukan Kalender

Belut jenis Monopterus albus tumbuh tidak seragam. Jangan menunggu semua belut besar, karena belut dominan akan menekan pertumbuhan yang lain. Panen bertahap atau partial harvest setiap 45-60 hari setelah tebar bibit ukuran 8-10 cm jauh lebih efektif. Ambil belut yang sudah mencapai panjang 35-45 cm atau bobot 80-120 gram per ekor. Sisakan sisanya untuk dipanen berikutnya.

Sebelum panen, puasakan belut 24-36 jam. Tujuannya mengosongkan saluran pencernaan agar belut tidak mengeluarkan kotoran saat dikemas, sehingga bobot bersih lebih stabil dan air media tidak keruh saat proses pengambilan.

Teknik Mengeluarkan Belut dari Drum dan Terpal

Jangan langsung membongkar seluruh lumpur. Lakukan penurunan air perlahan sampai ketinggian 5-10 cm, lalu biarkan 10-15 menit agar belut menyesuaikan diri. Setelah itu, gunakan cara berikut sesuai media:

  • Drum: miringkan drum secara hati-hati ke arah wadah penampung, alirkan lumpur dan belut lewat mulut drum. Gunakan serokan halus, jangan tangan kosong.
  • Kolam terpal: buat saluran kecil di sudut kolam, kumpulkan belut dengan jaring lembut bermata 2-3 mm.
  • Media lumpur: potong lumpur jadi blok-blok 20x20 cm, lalu ayak perlahan di baskom berisi air bersih. Belut akan keluar sendiri dari gumpalan lumpur.

Sortir dan Bilas dengan Air Bersih

Setelah terkumpul, sortir belut berdasarkan ukuran: kecil (di bawah 60 gram), sedang (60-100 gram), dan besar (di atas 100 gram). Pisahkan juga belut yang luka atau pucat karena stres. Bilas dengan air bersih mengalir selama 5-10 menit, lalu tiriskan di wadah berlubang. Hindari membilas dengan air kaporit pekat karena memicu stres dan memperpendek masa simpan.

Penanganan Sebelum Jual agar Harga Maksimal

Belut yang akan dijual hidup sebaiknya ditempatkan di wadah bersih dengan air setinggi 3-5 cm selama 6-12 jam tanpa pakan. Cara ini membuat warna belut kembali cerah dan bau lumpur berkurang. Jika permintaan pasar berupa belut beku, lakukan penyembelihan cepat, cuci lendir dengan larutan garam 2% selama 3 menit, lalu kemas vakum.

Untuk drum berisi 200-300 ekor, panen bertahap memungkinkan Anda memanen 20-30 persen populasi setiap dua bulan. Sistem ini menjaga kepadatan tetap ideal, yaitu 30-40 ekor per meter persegi, sekaligus memberi ruang tumbuh bagi belut yang tersisa.

Panen belut di drum sebenarnya bukan soal cepat atau lambat, melainkan soal ketepatan ukuran, kelembutan penanganan, dan kebersihan setelah panen. Dengan puasa 24-36 jam, penurunan air bertahap, sortir tiga ukuran, dan pembilasan singkat, hasil panen bisa lebih seragam dan harga jual lebih tinggi. Terapkan panen bertahap setiap 45-60 hari agar drum, terpal, atau kolam lumpur Anda terus berproduksi tanpa harus menebar bibit dari nol.