Budidaya belut (Monopterus albus) di drum menjadi pilihan populer bagi pemula karena tidak memerlukan lahan luas dan bisa dilakukan di pekarangan rumah. Dengan drum bekas berkapasitas 200 liter, siapa pun dapat memulai usaha ini bermodalkan Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Kunci utamanya adalah meniru habitat alami belut, yaitu lumpur sawah yang kaya bahan organik dan mikroorganisme.
Persiapan Drum dan Media Lumpur
Gunakan drum plastik atau besi bekas tanpa tutup, lalu lubari bagian bawah 5 cm dari dasar sebanyak 4–6 titik untuk drainase. Cuci drum hingga bersih dan biarkan kering. Media utama adalah lumpur sawah yang sudah diendapkan, dicampur pupuk kandang matang dan dedak halus dengan perbandingan 5:2:1. Masukkan campuran media setinggi 40–50 cm, lalu diamkan selama 7–10 hari agar terjadi fermentasi alami. Selama proses ini, siram media dengan air bersih setiap dua hari sekali untuk menjaga kelembapan.
Penebaran Benih dan Kualitas Air
Pilih benih belut ukuran 8–12 cm dengan ciri tubuh mengkilap, aktif bergerak, dan tidak berlendir berlebih. Padat tebar ideal untuk drum 200 liter adalah 150–200 ekor, setara 0,75–1 kg benih. Sebelum ditebar, adaptasikan benih selama 15 menit dengan cara mengapungkan wadah di permukaan air drum. Ketinggian air cukup 5–10 cm di atas permukaan lumpur, dengan suhu optimal 25–30°C dan pH 6,5–7,5. Ganti air setiap 3–5 hari sebanyak 30% volume untuk membuang sisa metabolisme.
Pakan, Perawatan, dan Panen
Belut bersifat karnivora, jadi berikan pakan berupa cacing sutra, bekicot cacah, atau ikan rucah segar. Dosis pakan 3–5% dari total bobot biomassa per hari, diberikan dua kali pada pagi dan sore. Tambahkan probiotik komersial (10 ml per drum) setiap 10 hari untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen. Setelah 3–4 bulan, belut siap dipanen dengan bobot 80–120 gram per ekor.
- Panen total: kuras drum, pisahkan belut dari lumpur dengan ayakan halus.
- Panen parsial: ambil belut berukuran besar, sisakan yang kecil untuk dibesarkan.
- Pencegahan hama: tutup drum dengan jaring agar belut tidak dimangsa burung atau tikus.
- Pengendalian kanibalisme: pastikan pakan cukup dan padat tebar tidak berlebih.
Budidaya belut di drum sangat layak dicoba pemula karena siklusnya singkat, perawatan sederhana, dan permintaan pasar stabil. Dengan disiplin menjaga kualitas media, air, serta pakan, panen 2–3 kg per drum dalam satu siklus bukan hal yang mustahil. Mulailah dari satu drum, pelajari karakter belut, lalu kembangkan ke kolam terpal atau media lumpur yang lebih besar.